Riset Facebook: Rerata Anggaran Personalized Ads UMKM Indonesia Kurang Dari 17% Dibandingkan Anggaran Pemasaran

Berdasarkan data studi yang dilakukan Deloitte dengan Facebook, 15-17% dari anggaran pemasaran UMKM Indonesia dialokasikan ke personalized ads

Personalized advertisements were defined in the survey as “any advertisements that display your ads to different people due to their differences in location, interests, demographics or previous purchasing history.”

Deloitte: Unlocking small business innovation and growth through the rise of the personalized economy

Menarik sekali, mengingat suatu kala pernah terjadi keributan di kalangan internet marketer lokal, mengenai anggaran personalized ads suatu perusahaan yang mencapai 40-50%. Ini artinya, isu yang pernah menggoncang dunia persilatan internet marketer lokal merupakan kasus yang tidak biasa (outlier) dan tidak merepresentasikan keadaaan pasar lokal pada umumnya.

Malahan, realitasnya proporsi personalized ads di Indonesia bisa dibilang sangat kecil jika dilihat dari grafik di atas. Jika kita asumsikan anggaran pemasaran rata-rata suatu perusahaan adalah 30% dari omset, ini artinya proporsi personalized ads hanya 4-6% dibandingkan dengan omset


Intermezzo: Apa yang terjadi dengan Korea Selatan?

Logikanya, semakin efektif suatu strategi dalam mendongkrak omset, semakin tinggi pula tingkat alokasinya terhadap omset. Namun, hal ini tidak terjadi dengan Korea Selatan. Apakah karena kompetisi yang tinggi?

Facebook Ad CPM by Countries
Facebook Ad CPC by Countries

Berdasarkan grafik di atas, yang bersumber dari adcostly, tingkat kompetisi Facebook Ads Korea berada di peringkat teratas untuk CPC1Cost Per Click atau biaya iklan per klik dan peringkat kedua untuk CPM2Cost Per Mile atau biaya iklan per 1000x ditampilkan. Sehingga, walaupun personalized ads efektif di negara Korea, tingkat kompetisinya tinggi sehingga menghasilkan biaya per akusisi yang tinggi


Pertanyaannya sekarang, berapa kah anggaran personlized ads yang ideal untuk toko online di Indonesia?

Proporsi Anggaran Personalized Ads Bergantung Pada Karakter Bisnis Masing-Masing

Pada dasarnya, UMKM itu memiliki sumber daya yang serba terbatas. Pemilihan strategi pemasaran sangat bergantung pada karakter bisnis UMKM tersebut. Makanya, saya tidak heran jika ada perusahaan yang menganggarkan personalized ads sampai dengan 50% dari omset.

Bisa jadi modal barangnya sendiri memang kecil atau bahkan tidak ada. Seperti perusahaan yang memang fokus berjualan produk digital, contohnya pelatihan daring.

Belakangan ini pun sedang marak pelatihan daring memasak yang digabungkan dengan cara merintis usahanya. Berdasarkan data 2020 yang saya punya, pelatihan daring memasak ini dapat menghabiskan personalized ads sampai dengan 50% dari omset dan mampu untuk di-push sampai 30 juta rupiah dalam sebulan.

Namun, menurut saya, proporsi personalized ads sebesar itu terlalu berisiko untuk keberlanjutan bisnis. Baiknya, anggaran personlized ads besar untuk biaya akusisi di awal dan perlu didivesifikasi secara bertahap ke aktifitas pemasaran lainnya yang bersifat organik3Pemasaran yang mengandalkan jangkauan pemirsa tanpa biaya.

Sehingga, customer lifetime value semakin besar dan toko online semakin profitable. Oh ya, saya menulis sekelibat mengenai database monetization di sini.

Leave a Reply